Example floating
Example floating
BeritaDaerah

Orasi Bersama Mahasiswa IPMIL, Fadriaty Asmaun Tegaskan Provinsi Luwu Raya Adalah Amanat Sejarah

27
×

Orasi Bersama Mahasiswa IPMIL, Fadriaty Asmaun Tegaskan Provinsi Luwu Raya Adalah Amanat Sejarah

Sebarkan artikel ini

Foldernusantara | Luwu — Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Fadriaty Asmaun, turut berorasi bersama mahasiswa dan pelajar yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Luwu Raya (IPMIL Raya) untuk menyuarakan dukungan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Luwu Tengah dan Provinsi Luwu Raya.

Aksi damai tersebut berlangsung dalam bentuk mimbar bebas di depan Kantor Wali Kota Palopo, Selasa (20/1/2026), bertepatan dengan waktu rehat pada agenda Pembukaan Silaturahmi Nasional (Silatnas) Wija To Luwu II yang digelar di Aula Ratona Kantor Wali Kota Palopo.

Dalam orasinya, legislator Partai Demokrat itu secara tegas menyatakan dukungan penuh terhadap perjuangan mahasiswa IPMIL Raya dalam mengawal aspirasi pembentukan DOB tersebut. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat Luwu Raya untuk tetap kompak dan bersatu demi memperjuangkan cita-cita bersama.

Fadriaty menuturkan bahwa perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya memiliki landasan historis yang kuat. Menurutnya, hal itu merupakan bagian dari janji Proklamator sekaligus Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, kepada masyarakat Luwu yang disampaikan langsung kepada Datu Luwu Andi Djemma saat wilayah Luwu bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Baca Juga :   PT BMS Gelar Safari Ramadhan: Berbagi Kebahagiaan dengan Santunan di Panti Asuhan dan Masjid

“Ini adalah janji sejarah yang harus kita perjuangkan bersama. Dengan persatuan dan kekompakan, saya yakin DOB Luwu Raya dapat terwujud,” ujar Fadriaty dalam orasinya.

Meski demikian, Srikandi Luwu Raya itu juga mengingatkan para mahasiswa agar tetap menjunjung tinggi etika dan moral dalam menyampaikan aspirasi. Ia menekankan bahwa setiap aksi demonstrasi harus dilakukan secara damai, tertib, tidak anarkis, serta tidak provokatif.

Lebih lanjut, Fadriaty mengungkapkan bahwa perjuangan pembentukan DOB Luwu Raya telah dilakukan sejak lama. Ia berharap momentum Hari Jadi Luwu dan Hari Perjuangan Rakyat Luwu dapat menjadi pemantik semangat seluruh masyarakat untuk terus menyuarakan aspirasi tersebut.

Ia juga berharap agar Gubernur Sulawesi Selatan dapat segera mengeluarkan rekomendasi, sehingga proses pengusulan DOB dapat dilanjutkan hingga ke pemerintah pusat dan sampai ke meja Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, guna mencabut moratorium serta mengesahkan pembentukan DOB yang baru.

Diketahui, Silatnas Wija To Luwu II turut dihadiri langsung oleh Datu Luwu Andi Maradang Machulau, sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh adat asal Luwu Raya, serta para ketua dan pengurus Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) dari berbagai provinsi dan kabupaten/kota yang tersebar di seluruh Indonesia.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *