Foldernusantara | Luwu – Seorang warga asal Desa Pattedong, Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, dilaporkan hilang saat menjalani pelayaran internasional di kawasan Selat Hormuz, Timur Tengah.
Korban diketahui bernama CAPT Miswar Maturusi, kapten kapal tugboat Musaffah 2 milik perusahaan Abu Dhabi Port. Kabar hilangnya Miswar pertama kali diterima keluarga pada Jumat (7/3/2026) sekitar pukul 10.00 Wita dari rekan kerjanya di dunia pelayaran.
Sepupu korban, Sumarlin Ahmad (21), mengatakan Miswar merupakan tulang punggung keluarga yang memiliki seorang istri, Marliani Ahmad, serta dua anak, Muhammad Qiratul Miswar dan Muhammad Hayatullah Miswar. Anak sulungnya bahkan telah menjadi anggota kepolisian dan bertugas di Polda Sulawesi Selatan sejak tahun lalu.
Menurut Sumarlin, komunikasi terakhir korban dengan keluarganya terjadi pada Rabu lalu, saat Miswar sempat berbicara dengan istrinya sebelum berlayar. Pada Kamis sekitar pukul 13.00 Wita, korban masih sempat membaca pesan dari anaknya, namun tidak sempat membalasnya.
Miswar diketahui berangkat berlayar sejak 18 Februari 2026 dan selama ini bekerja di pelabuhan Abu Dhabi sebagai pemandu kapal-kapal besar yang hendak masuk ke pelabuhan.
Berdasarkan informasi awal yang diterima keluarga dari rekannya, Kapten Ismail, kapal yang dinakhodai Miswar diduga mengalami insiden di tengah pelayaran, bahkan disebut kemungkinan terkena ranjau laut.
Namun hingga kini informasi yang diterima keluarga masih beragam. Ada yang menyebut kapal Musaffah 2 sedang menuju pelabuhan Abu Dhabi untuk proses evakuasi, sementara versi lain menyebut kapal tersebut akan diperbaiki setelah mengalami kerusakan.
Dalam pelayaran itu, dua kapal dilaporkan berangkat bersama, yakni Musaffah 2 dan Musaffah 1, dengan kapal yang dinakhodai Miswar berangkat lebih dulu.
Sumarlin juga menyebut, sebelum hilang kontak Miswar sempat mengeluhkan gangguan pada sistem GPS kapal yang dipimpinnya.
“Beberapa kali beliau menyampaikan GPS di kapalnya mengalami eror. Setelah itu komunikasi terputus,” ujarnya.
Saat ini pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) disebut telah menghubungi keluarga untuk mengumpulkan data dan memantau perkembangan kasus tersebut.
Keluarga berharap pemerintah Indonesia dapat membantu proses pencarian agar korban segera ditemukan.
“Kami berharap beliau bisa ditemukan dalam kondisi selamat,” kata Sumarlin.












