BeritaDaerah

Gempa M7 Guncang NTT, 7.968 Rumah dan 744 Fasilitas Umum Mengalami Kerusakan

1497
×

Gempa M7 Guncang NTT, 7.968 Rumah dan 744 Fasilitas Umum Mengalami Kerusakan

Sebarkan artikel ini

Foldernusantara.com,Kupang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat sebanyak 7.968 rumah warga mengalami kerusakan akibat gempa bumi bermagnitudo 7 yang melanda wilayah tersebut.

Selain rumah warga, sebanyak 744 fasilitas umum (fasum) dan infrastruktur juga dilaporkan mengalami kerusakan hingga Senin (17/8/2026).

Kepala BPBD NTT Mahadin Sibarani mengatakan, data tersebut merupakan hasil pendataan sementara yang telah diverifikasi oleh tim di lapangan.

“Sampai dengan Senin kemarin jumlah rumah yang tercatat mengalami kerusakan ringan hingga berat mencapai 7.968 unit rumah,” kata Mahadin dalam laporan yang diterima di Kupang, Selasa (18/8/2026).
Ia menjelaskan, jumlah kerusakan masih berpotensi berubah karena proses pendataan dan verifikasi di sejumlah wilayah terdampak masih terus berlangsung.

“Pendataan kerusakan masih terus dilakukan di kabupaten terdampak. Angka ini merupakan data yang sudah masuk dan diverifikasi sampai batas waktu pelaporan,” ujarnya.
Berdasarkan laporan BPBD NTT, jumlah kerusakan tersebut meningkat signifikan dibandingkan laporan sebelumnya pada 15 Agustus 2026 yang mencatat sebanyak 1.639 rumah rusak.

Dalam kurun dua hari, jumlah rumah terdampak meningkat menjadi 7.968 unit. Begitu pula dengan fasilitas umum dan infrastruktur yang sebelumnya tercatat 163 unit, kini meningkat menjadi 744 unit.
Mahadin menyebut peningkatan data tersebut tidak terlepas dari semakin luasnya proses pendataan di wilayah terdampak, termasuk Kabupaten Manggarai, Ngada, Nagekeo, dan Sikka.

“Tim di lapangan terus melakukan pendataan dan verifikasi terhadap bangunan yang terdampak. Kami ingin memastikan data yang diperoleh benar-benar menggambarkan kondisi masyarakat di lapangan,” katanya.
Pemerintah daerah bersama tim penanggulangan bencana terus melakukan pemutakhiran data untuk memastikan penanganan terhadap masyarakat terdampak gempa dapat dilakukan secara tepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *