Example floating
Example floating
BeritaDaerah

Kolaborasi Pemkab Luwu–MDA, Normalisasi DAS Suso Dimulai dengan Turunnya Excavator

16
×

Kolaborasi Pemkab Luwu–MDA, Normalisasi DAS Suso Dimulai dengan Turunnya Excavator

Sebarkan artikel ini

Foldernusantara | Luwu — Aktivitas pemeliharaan dan pembersihan Daerah Aliran Sungai (DAS) Suso mulai terlihat di lapangan. Sejumlah alat berat telah mulai beroperasi di beberapa titik DAS Suso.


Berdasarkan pantauan di lokasi, excavator digunakan untuk melakukan pembersihan area terdampak sedimentasi, penataan alur sungai, serta penguatan titik-titik yang dinilai rawan terhadap limpasan air saat hujan berintensitas tinggi.


Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Percepatan Investasi Kabupaten Luwu, Sofyan Thamrin, menyampaikan bahwa kehadiran alat berat di lapangan menandai dimulainya fase implementasi dari rencana penataan DAS Suso yang telah disepakati bersama.


“Kegiatan di lapangan ini merupakan bagian dari tahapan awal revitalisasi DAS Suso. Fokusnya adalah mengembalikan fungsi alur sungai agar lebih tertata, sekaligus mengurangi risiko gangguan aliran air, terutama saat curah hujan tinggi,” ujar Sofyan.


Menanggapi pelaksanaan kegiatan tersebut, Senior Manager Community Development & External Relations (CDE & Extrel) PT Masmindo Dwi Area, Rahmad Sabang, menyatakan bahwa keterlibatan perusahaan dalam program penataan DAS Suso merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Luwu dan MDA terkait pemeliharaan dan pembersihan DAS Suso yang dijalankan secara kolaboratif.

Baca Juga :   Polsek Walenrang Tangkap Tiga Remaja Pelaku Pemalakan Sopir Truk di Depan Jembatan Timbang Karetan


Hal ini juga menunjukkan komitmen MDA dalam mendukung upaya pengelolaan lingkungan dan pengurangan risiko banjir di wilayah sekitar operasional.


Ia menjelaskan bahwa MDA terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Pokja, serta pemangku kepentingan terkait agar pelaksanaan kegiatan di lapangan dapat berjalan sesuai rencana dan tetap memperhatikan aspek teknis serta prinsip keberlanjutan lingkungan.


“Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar, khususnya dalam mengurangi dampak sedimentasi dan potensi gangguan aliran air saat musim hujan,” ujar Rahmad.


Sementara itu, Kepala Desa Kadundung, Parambung, menyampaikan bahwa kebutuhan penataan alur DAS Suso telah menjadi perhatian pemerintah desa, khususnya terkait pendangkalan sungai akibat sedimentasi.

Hal tersebut sebelumnya telah disampaikan dalam diskusi bersama Pokja, mengingat kondisi pendangkalan berpotensi meningkatkan risiko meluapnya aliran air saat curah hujan tinggi.


Kepala Desa To’barru menambahkan, “Kondisi pendangkalan ini memang menjadi perhatian kami di desa. Karena itu, penataan alur sungai sangat dibutuhkan agar aliran air bisa lebih terkendali ketika hujan deras.”

Baca Juga :   PT Masmindo Dwi Area Serahkan Jembatan Kadundung dan To’Baru kepada Pemkab Luwu


Selain itu, sejumlah warga di sekitar DAS Suso menyampaikan apresiasi dan harapan atas dimulainya kegiatan tersebut.

Warga berharap upaya penataan sungai ini dapat membantu mengurangi kekhawatiran terhadap derasnya aliran air saat musim hujan, serta menjaga kondisi lingkungan tetap aman dan tertata.


“Kami berterima kasih karena sudah ada upaya nyata di lapangan. Harapannya kegiatan ini bisa berjalan lancar dan sungai bisa lebih tertata ke depannya,” ujar salah satu warga setempat.


Program ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam menjaga fungsi sungai sebagai sistem penyangga lingkungan, sekaligus memperkuat ketahanan kawasan terhadap dinamika cuaca dan perubahan hidrologi.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *