BeritaInternasional

Gelombang Protes “No Kings” Guncang Amerika Serikat: Ribuan Massa Suarakan Penolakan Otoritarianisme dengan Fokus di Minnesota

2189
Ribuan demonstran memadati jalan-jalan di berbagai kota besar di Amerika Serikat pada hari Sabtu (28/3) dalam aksi protes nasional bertajuk "No Kings".

Foldernusantara.com – Ribuan demonstran memadati jalan-jalan di berbagai kota besar di Amerika Serikat pada hari Sabtu (28/3) dalam aksi protes nasional bertajuk “No Kings”. Aksi ini merupakan gelombang protes besar ketiga sejak Presiden Donald Trump memulai masa jabatan keduanya, dan bertepatan dengan satu bulan dimulainya konflik bersenjata antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran.

Dilansir dari Al Jazeera, gerakan “No Kings” kali ini mencakup lebih dari 3.300 agenda kegiatan yang tersebar di seluruh 50 negara bagian. Meskipun massa dalam jumlah besar terlihat di pusat-pusat kota seperti New York, Los Angeles, dan Washington, D.C., penyelenggara menekankan bahwa fokus utama mobilisasi tahun ini diarahkan ke wilayah luar metropolis dan daerah konservatif.

Fokus Utama di Minnesota: Mengenang Korban “Operation Metro Surge”

Negara bagian Minnesota, khususnya kawasan Minneapolis-St. Paul (Twin Cities), menjadi pusat perhatian utama dalam aksi kali ini. Wilayah ini menjadi titik didih kemarahan publik setelah peluncuran “Operation Metro Surge” pada Desember lalu—sebuah operasi penindakan imigrasi besar-besaran yang melibatkan lebih dari 3.000 agen federal.

Operasi tersebut menuai kecaman luas atas dugaan penggunaan kekerasan berlebihan. Puncak kemarahan terjadi pada Januari lalu ketika dua warga negara Amerika Serikat, Alex Pretti dan Renee Nicole Good, tewas tertembak oleh agen federal. Aksi protes di Minnesota pada hari Sabtu tersebut juga menjadi ajang peringatan bagi kedua korban, yang dihadiri oleh berbagai tokoh aktivis, pemimpin buruh, dan politisi senior.

Dukungan Tokoh Publik dan Pesan Politik

Sejumlah tokoh terkemuka turut memberikan dukungan dalam aksi ini. Senator progresif Bernie Sanders hadir langsung di Minnesota untuk memberikan orasi, sementara ikon musik rock Bruce Springsteen dan penyanyi folk Joan Baez tampil menghibur massa. Aktor kawakan Robert De Niro juga menyampaikan pesan melalui rekaman video, memuji keberanian para demonstran dalam menghadapi apa yang ia sebut sebagai “tindakan represif pemerintah.”

“Kita tidak akan membiarkan negara ini terjerumus ke dalam otoritarianisme atau oligarki,” tegas Bernie Sanders di hadapan massa di Minnesota. Ia juga mengingatkan pentingnya pemilihan paruh waktu (midterm elections) pada November mendatang sebagai momentum bagi rakyat untuk menentukan arah demokrasi negara.

Solidaritas Internasional

Sentimen anti-otoritarianisme dan anti-perang ini tidak hanya bergema di Amerika Serikat. Aksi solidaritas serupa dilaporkan terjadi di berbagai kota dunia, termasuk Roma, Paris, Berlin, dan Lisbon. Di Paris, seorang demonstran tampak mengenakan kostum Patung Liberty sebagai simbol perjuangan demokrasi yang kini dianggap terancam.H

ingga berita ini diturunkan, pihak Gedung Putih belum memberikan komentar resmi terkait gelombang protes terbaru ini. Pada aksi sebelumnya di bulan Oktober, Presiden Trump menanggapi protes dengan mengunggah video hasil kecerdasan buatan (AI) yang bernada ejekan terhadap para demonstran.

Aksi “No Kings” ini menandai babak baru dalam dinamika politik Amerika Serikat di tengah ketegangan domestik terkait kebijakan imigrasi dan keterlibatan militer di luar negeri.

Exit mobile version