Foldernusantara |Luwu –Dulu mengundurkan diri sebagai pegawai negeri sipil (PNS) kini nama pemuda 43 tahun itu mencuat sebagai calon menteri kabinet Prabowo Subianto.
Namanya Dahnil Anzar Simanjuntak.
Pemuda kelahiran Langkat Sumatera Utara 10 April 1982 itu mengawali kariernya sebagai akademisi.
Ia pernah mengajar sebagai Dosen di Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) (d.h. STIE Muhammadiyah Tangerang).
Setelah selesai pendidikan S2 tahun 2017, Dahnil kemudian diterima sebagai Dosen Pegawai Negeri Sipil Fakultas Ekonomi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Banten.
Statusnya saat itu asisten ahli.
Pada 2018, Dahnil Anzar Simanjuntak mengambil keputusan besar.
Ia mengundurkan diri sebagai dosen PNS Untirta Banten.
Dahnil Anzar Simanjuntak merupakan orang kepercayaan Presiden Prabowo Subianto.
Pada Pilpres 2019 lalu, Dahnil dipercaya jadi Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional pasangan Prabowo-Sandi.
Dahnil Anzar Simanjuntak jadi salah satu sosok paling kuat menduduki posisi menteri haji dan umrah.
Dahnil Anzar Simanjuntak dulunya juru bicara resmi Prabowo Subianto.
Sekarang Dahnil Anzar Simanjuntak menjabat sebagai wakil Badan Penyelenggara (BP) Haji.
Dahnil Anzar Simanjuntak disebut punya posisi kuat meski bukan petinggi partai.
Dahnil bahkan meninggalkan profesi dosennya sejak bersama Prabowo dan jadi kader Gerindra.
Ketika Prabowo diangkat sebagai Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Dahnil dipercaya menduduki posisi Staf Khusus Kementerian Pertahanan.
Dalam peran barunya, Dahnil bertanggung jawab dalam mengelola komunikasi publik, sosial ekonomi, serta membangun hubungan antarlembaga.
Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di bidang Ilmu Akuntansi Publik di Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan.
Kecintaannya pada kebijakan publik membawanya melanjutkan studi ke Program Magister Perencanaan dan Kebijakan Publik di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, dengan fokus pada Desentralisasi Keuangan Pusat dan Daerah.
Sembari menyelesaikan program S2, Dahnil mengabdikan dirinya sebagai dosen di Universitas Muhammadiyah Tangerang.
Karier akademiknya terus berkembang, hingga akhirnya ia diangkat sebagai Dosen Pegawai Negeri Sipil di Fakultas Ekonomi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa di Banten.
Akan tetapi, panggilan untuk terjun ke ranah publik semakin kuat. Pada 2014, Dahnil terpilih sebagai Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah.