Foldernusantara | Luwu – Dugaan buruknya pelayanan kembali mencoreng wajah perusahaan pembiayaan di Kabupaten Luwu. Seorang konsumen mengaku diperlakukan tidak profesional saat hendak melakukan pelunasan kredit kendaraan bermotor di kantor Adira Finance.
Kejadian bermula sekitar pukul 14.00 WITA, saat konsumen datang dengan itikad baik untuk menyelesaikan kewajibannya. Namun alih-alih mendapat pelayanan cepat dan pasti, ia justru diarahkan untuk menunggu tanpa alasan yang jelas.
Mirisnya, hingga pukul 16.00 WITA atau lebih dari dua jam kemudian, tidak ada kepastian proses, tidak ada penjelasan, bahkan tidak ada itikad dari pihak terkait untuk memberikan kejelasan kepada konsumen.
“Saya datang mau pelunasan, bukan minta gratis. Tapi malah disuruh tunggu tanpa kejelasan. Ini sangat mengecewakan,” tegas Rais.
Situasi semakin memperparah kekecewaan ketika konsumen mencoba meminta penjelasan. Jawaban yang diterima dinilai tidak mencerminkan profesionalisme pelayanan.
“Saya tanya ke sekuriti, cuma dibilang ‘sabar miki dulu pak, ndak lama mi itu’. Tapi kenyataannya saya dibiarkan menunggu berjam-jam tanpa kepastian,” lanjutnya dengan nada kesal.
Kondisi ini dinilai sebagai bentuk kelalaian serius dalam pelayanan publik oleh lembaga jasa keuangan. Pelunasan kredit adalah hak konsumen yang seharusnya diprioritaskan, bukan justru dipersulit dengan sistem yang tidak jelas.
Jika praktik seperti ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pembiayaan akan semakin tergerus. Publik berhak mendapatkan pelayanan cepat, transparan, dan manusiawi-bukan sekadar janji tanpa realisasi.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Adira Finance terkait dugaan buruknya pelayanan tersebut. Desakan pun mulai muncul agar manajemen segera melakukan evaluasi total terhadap kinerja pegawai di lapangan, sebelum citra perusahaan semakin jatuh di mata masyarakat.
(Redaksi)
