Foldernusantara.com- Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyerukan kepada negara-negara Muslim untuk tetap bersatu dan tidak memberi celah bagi pihak luar memanfaatkan situasi guna menciptakan perpecahan di tengah meningkatnya konflik antara Amerika Serikat dan Israel di kawasan Asia Barat.
Dalam percakapan telepon dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim pada Kamis malam, Pezeshkian menegaskan bahwa serangan Iran terhadap pangkalan militer AS di kawasan merupakan respons yang “alami dan sah” atas agresi yang ditujukan kepada Republik Islam tersebut.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas sikap tegas pemerintah dan rakyat Malaysia yang mengecam tindakan agresi yang disebutnya sebagai ilegal dan tidak manusiawi oleh AS dan Israel terhadap Iran. Pezeshkian menekankan bahwa negara-negara Muslim tidak boleh membiarkan musuh dunia Islam memanfaatkan konflik ini untuk memecah belah dan memperluas perang di kawasan.
Presiden Iran kembali menegaskan bahwa negaranya tidak pernah berniat mengembangkan senjata nuklir, sebuah klaim yang menurutnya telah berulang kali dikonfirmasi oleh laporan International Atomic Energy Agency. Ia menilai tuduhan Barat soal ambisi nuklir Iran sebagai dalih yang dibuat-buat untuk membenarkan serangan terhadap kedaulatan negaranya.
“Kami menginginkan penghentian perang secara total serta pemulihan keamanan dan ketenangan di kawasan,” ujar Pezeshkian, seraya berharap negara-negara Muslim dapat bersatu mencegah krisis yang lebih luas.
Sementara itu, Anwar Ibrahim menyampaikan belasungkawa atas gugurnya Pemimpin Revolusi Islam Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, serta sejumlah pejabat tinggi, komandan militer, dan warga sipil akibat serangan militer AS–Israel. Ia juga menegaskan solidaritas penuh Malaysia terhadap pemerintah dan rakyat Iran.
Anwar menambahkan bahwa parlemen Malaysia telah mengesahkan resolusi yang mengutuk keras agresi AS dan Israel terhadap Iran. Ia menegaskan posisi Malaysia yang konsisten dalam menolak segala bentuk pelanggaran terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Iran.
Lebih lanjut, Malaysia mendukung tuntutan Iran untuk mengakhiri perang dan mencegah eskalasi militer lebih lanjut. Anwar juga mengingatkan pentingnya inisiatif diplomatik dari negara-negara Islam untuk meredakan ketegangan dan memulihkan stabilitas kawasan.
Percakapan ini terjadi di tengah berlanjutnya konflik yang disebut Iran sebagai bentuk pertahanan sah terhadap serangan AS–Israel sejak 28 Februari. Pasukan Iran dilaporkan terus melancarkan operasi rudal dan drone hampir setiap hari, menargetkan wilayah pendudukan Israel serta aset militer AS di kawasan.
Selain itu, Iran juga disebut telah memblokir Selat Hormuz bagi kapal tanker minyak dan gas yang berafiliasi dengan pihak lawan atau yang bekerja sama dengan mereka.













