Foldernusantara|Jakarta – Amarah warga Tanjung Priok pecah pada Sabtu (30/8), ketika kediaman Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni digeruduk massa. Tak sekadar mengepung, mereka merusak mobil mewah Lexus RZ senilai lebih dari Rp 2 miliar yang terparkir di garasi, serta menjarah sejumlah barang dari dalam rumah.
Dalam rekaman video yang beredar, Lexus berwarna hitam itu dihantam berkali-kali dengan benda keras, ditendang, bahkan diinjak hingga ringsek parah di hampir seluruh bagian. Alarm yang meraung tak menghentikan warga untuk terus melampiaskan amarahnya.
Lurah Kebon Bawang, Suratno Widodo, membenarkan kerusuhan tersebut. Ia menyebut situasi di lapangan masih “crowded” dan belum benar-benar terkendali.
Mobil listrik Lexus RZ yang rusak parah itu bukan kendaraan biasa. Saat diluncurkan di Indonesia dua tahun lalu, harga resminya mencapai Rp 2,2 miliar on the road Jakarta, lengkap dengan wall charger. Dengan nilai semahal itu, jelas hanya segelintir orang—seperti Sahroni—yang bisa memilikinya.
Ironisnya, perusakan terjadi di tengah gelombang protes besar-besaran terhadap tunjangan DPR yang dianggap berlebihan dan jauh dari realitas hidup masyarakat. Sahroni sendiri sempat berkomentar bahwa ia mendukung evaluasi total tunjangan anggota dewan, sembari mengklaim selama ini gaji dan fasilitasnya diberikan kembali kepada masyarakat. Namun pernyataan itu tampaknya tidak cukup meredam kekecewaan warga.
Peristiwa ini menegaskan jurang yang makin menganga antara elite politik dengan rakyat. Bagi masyarakat yang terus dihimpit beban ekonomi, simbol kemewahan seorang pejabat—seperti mobil miliaran di garasi—dapat menjadi titik ledakan kemarahan.