Foldernusantara.com – Gelombang serangan rudal balistik Iran menghantam sejumlah wilayah di Israel pada Sabtu sore, memicu kebakaran dan kepanikan massal. Insiden ini menjadi eskalasi terbesar dalam beberapa tahun terakhir antara kedua negara.28 Februari 2026
Dampak Rudal Iran di Galilea, Palestina yang Diduduki.
🚨| Serangan rudal balistik dilaporkan menghantam wilayah Haifa dan wilayah Yerusalem yang diduduki. Saksi mata menggambarkan ledakan dahsyat disertai kepulan asap hitam membubung tinggi. Di Holon, sebuah benda tak dikenal jatuh dan memicu kebakaran pertama yang dilaporkan sebagai awal invasi udara Iran. Sementara di Galilea dan Haifa, rudal dilaporkan menghantam area terbuka dan pinggiran pemukiman, meskipun sejauh ini belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban jiwa.
Militer Israel (IDF) mengonfirmasi bahwa sistem pertahanan udara berhasil mencegat sejumlah rudal, namun beberapa lainnya lolos dan mencapai sasaran. Peringatan sirene berbunyi di berbagai kota, memaksa warga berlari ke tempat perlindungan.
Di tengah serangan ini, pernyataan keras keluar dari Tehran.
Seorang pejabat senior Iran yang tidak disebutkan namanya menyatakan dalam wawancara darurat dengan media lokal:
· “Semua aset dan kepentingan Amerika dan Israel di Timur Tengah telah menjadi target yang sah.”
· “Tidak ada garis merah setelah agresi ini, dan segala sesuatu mungkin terjadi, termasuk skenario yang sebelumnya tidak dipertimbangkan.”
Pernyataan ini memicu kekhawatiran global akan meluasnya konflik, terutama karena melibatkan kepentingan Amerika Serikat di kawasan.
Situasi di Timur Tengah kini berada di ambang kehancuran, dengan dunia menanti langkah selanjutnya dari kedua kekuatan yang saling berhadapan.
