Foldernusantara.com- Misi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dari Rusia secara resmi meminta digelarnya pertemuan konsultatif tertutup Dewan Keamanan untuk membahas situasi konflik yang terjadi di Iran. Permintaan tersebut diajukan pada Jumat (27/3/2026) menyusul meningkatnya serangan terhadap infrastruktur sipil di negara tersebut.
Dalam keterangannya, Rusia menyoroti adanya serangan yang menargetkan fasilitas sipil, termasuk pusat pendidikan dan layanan kesehatan. Langkah ini dinilai sebagai eskalasi serius yang membutuhkan perhatian mendesak dari Dewan Keamanan PBB.
Menurut laporan kantor berita Sputnik, pihak Rusia menyatakan bahwa konsultasi tertutup ini penting untuk membahas “serangan yang sedang berlangsung terhadap infrastruktur sipil di Iran,” sekaligus mendorong respons internasional yang lebih tegas.
Sebagai presiden bergilir Dewan Keamanan, Amerika Serikat telah menjadwalkan pertemuan tersebut berlangsung pada Jumat, 27 Maret 2026 pukul 10.00 waktu New York atau sekitar pukul 17.30 waktu Teheran.
Pertemuan ini diperkirakan akan berlangsung secara tertutup tanpa akses publik, dengan fokus pada evaluasi situasi keamanan dan kemungkinan langkah diplomatik untuk meredakan ketegangan yang terus meningkat di kawasan.













