Example floating
Example floating
BeritaDaerah

Bendungan Irigasi Tertutup Material, TNI dan Warga Selamatkan Sawah Petani Suli

10
×

Bendungan Irigasi Tertutup Material, TNI dan Warga Selamatkan Sawah Petani Suli

Sebarkan artikel ini

Foldernusantara | Luwu — Krisis pasokan air irigasi kembali menghantui petani di Kecamatan Suli, Kabupaten Luwu, tepat saat musim tanam padi mulai bergulir. Sejumlah sawah di beberapa desa terancam gagal tanam akibat aliran air yang terputus, memicu keresahan petani yang menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian.

Saat ini musim tanam padi dimulai. Namun, sejumlah petani di beberapa desa di kecamatan Suli mengeluhkan tidak adanya pasokan air yang mengalir di saluran irigasi.

“Kalau air tidak segera mengalir, kami bisa rugi besar. Bibit bisa rusak dan jadwal tanam mundur,” ungkap salah seorang petani di Desa Buntu Barana.

Oleh sebab itu, TNI (Tentara Nasional Indonesia) hadir di tengah kesulitan petani mendapatkan pasokan air di Suli, kabupaten Luwu. Belopa, Selasa 27 Januari 2026.

Mengetahui kendala para petani tersebut, Pabung Luwu Mayor Kav Suparman dan Danramil Suli berinisiatif dengan Gercep (Gerak cepat), memerintah WS Koramil Suli. Peltu Nurhadi, mendatangkan alat berat Ekskavator untuk menggali tumpukan limbah meterial yang menutupi pintu air untuk mengaliri sawah masyarakat yang kesulitan mendapatkan pasokan air akibat bendungan tertutupi limbah meterial Sungai.

Baca Juga :   Sambut Hari Bumi, PT BMS dan Pemerintahan Luwu Angkut Puluhan Ton Sampah di Pasar Padang Sappa

Peltu Nurhadi kepada Wartawan mengungkapkan, petani sudah mau mulai musim tanam, tetapi kesulitan air. Saat dicek di bagian hulu ternyata bendungan irigasi sudah dangkal akibat tumpukan material sehingga aliran air dari sungai tidak dapat masuk melalui pintu bendungan.

“Alhamdulillah atas inisiatif Pabung, Danramil, dibantu tokoh masyarakat Suli yakni, pak Tabi Pasenggong, dengan mendatangkan satu unit alat berat jenis ekskavator yang diturunkan melakukan pengerukan. Kini aliran air ke irigasi petani kembali lancar dan bisa mulai melakukan tanam perdana,” ujarnya, Selasa 27 Januari 2026.

Dari data yang diperoleh Desa yang terdampak aliran irigasi ini yaitu, Desa Buntu Barana, Desa Buntu Kunyi, Desa Lempo Pacci, Desa Botta, Kelurahan Lindajang, Kelurahan Suli.

Meski aliran air telah kembali normal, temuan di lapangan memunculkan pertanyaan lanjutan terkait pengelolaan dan pemeliharaan bendungan irigasi Sungai Suli. Warga berharap kejadian serupa tidak terulang, mengingat irigasi merupakan urat nadi perekonomian petani di wilayah tersebut.

Sejumlah petani dan tokoh masyarakat mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem perawatan bendungan serta keterlibatan instansi terkait agar pendangkalan akibat sedimentasi dapat diantisipasi sejak dini, bukan baru ditangani saat krisis terjadi.

Baca Juga :   Kades Papakaju Disorot, Ada Apa di Balik Pengelolaan Hutan Lindung?

Kehadiran dan respons cepat TNI di tengah persoalan ini mendapat apresiasi dari warga setempat

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *