Foldernusantara | Luwu – Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Capt. Unru Baso, mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Luwu yang melibatkan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pemuda Tani Indonesia dalam program investasi 8 juta bibit kakao.
Apresiasi itu disampaikan saat menghadiri pelatihan teknik sambung pucuk kakao yang digelar di lokasi penangkaran bibit milik PT Triwana Lestari Abadi, Desa Tampa, Kecamatan Ponrang, Jumat, 1 Mei 2026.
Kegiatan tersebut diikuti 142 peserta dari kalangan pemuda tani.
Dalam sambutannya, Unru Baso yang akrab disapa Ubas menyebut kakao sebagai komoditas unggulan yang pernah menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Luwu. “Kakao pernah menjadi primadona. Banyak anak-anak Luwu yang bisa sekolah dari hasil kakao, termasuk saya,” ujarnya.
Ia menilai pelibatan generasi muda dalam program ini menjadi langkah strategis untuk menghidupkan kembali minat berwirausaha di sektor pertanian dan perkebunan.
Menurut dia, keterlibatan Pemuda Tani Indonesia dapat menjadi stimulus bagi anak muda untuk kembali melirik sektor yang selama ini mulai ditinggalkan.
Bupati Luwu, H. Patahuddin, yang membuka kegiatan tersebut, turut menyampaikan apresiasi terhadap peran pemuda dalam mendorong hilirisasi sektor perkebunan. Ia berharap bantuan 8 juta bibit kakao dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.
“Dengan program ini, Luwu diharapkan kembali menjadi salah satu penghasil kakao terbesar di Indonesia, sekaligus mendorong lahirnya produk hilirisasi yang berdaya saing global,” kata Patahuddin.
Ketua DPC Pemuda Tani Indonesia Kabupaten Luwu, Akrama Harnong, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk kontribusi nyata generasi muda dalam mendukung program pemerintah di bidang pertanian. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan investor untuk mempercepat pembangunan sektor pertanian dan perkebunan.
“Kami ingin meyakinkan anak-anak muda bahwa menjadi petani adalah profesi yang mulia dan menjanjikan secara ekonomi,” ujarnya.
Direktur Utama PT Triwana Lestari Abadi, Lidwina Arrungan, menyatakan pihaknya terbuka untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah dan petani milenial dalam mengembangkan potensi kakao. Ia juga menyampaikan komitmen perusahaan untuk merekrut peserta pelatihan yang lulus sebagai tenaga kerja di penangkaran bibit.
Dalam kegiatan tersebut, Unru Baso turut didampingi Wasekjen DPP Pemuda Tani Indonesia Bidang Perdagangan, Ananda Bahri. Ia menilai program ini sebagai langkah strategis yang layak direplikasi di daerah lain.
Menurut Ananda, penguatan sektor kakao tidak hanya mendukung program swasembada pangan, tetapi juga berpotensi menciptakan lapangan kerja serta menekan arus urbanisasi.
Ubas menambahkan, saat ini Luwu telah memiliki sumber daya manusia yang kompeten di bidang pembibitan dan teknik sambung pucuk kakao. Ia berharap pelatihan serupa dapat terus digelar dan diperluas ke seluruh wilayah Sulawesi Selatan.
“Ke depan, Sulawesi Selatan harus mampu menjadi pusat pembibitan kakao terbesar dan terbaik di Indonesia,” katanya.
